Pernahkah kalian merasa bersalah kepada orang lain? Anda merasa dendam kepada orang lain? Apa yang anda rasakan saat anda dendam kepada orang tersebut? Marah? Kesal? Jengkel?
Itulah yang saya rasakan beberapa saat yang lalu. Saya menaruh dendam kepada seseorang. Alasannya sepele, tetapi jika dipikir-pikir orang tersebutlah yang lebih dahulu mengumbar kata-kata di media sosial yang membuat saya sedikit tersinggung. Walaupun saya tidak tahu kata-kata tersebut ditujukan kepada siapa, tetapi kata-kata itu jelas menusuk perasaan saya.
Mungkin anda berpikir bahwa saya adalah orang yang mudah sekali emosi. Ya, memang benar. Karena saya adalah penderita bipolar yang bisa gembira dan marah dalam kurun waktu yang sangat dekat. Orang tersebut tidak sadar kalau saya menaruh dendam kepadanya. Namun, dendam itu tertahan selama satu tahun. Lantas, siapakah yang harus disalahkan? Apakah orang tersebut? Ataukah saya?
Setelah lama saya berpikir dan merenung, saya menemukan bahwa dendam itu bukanlah solusi yang terbaik dalam menahan amarah anda kepada orang lain. Ada sebuah titik balik yang membuat saya sadar apa yang selama ini saya lakukan. Di dalam agama saya (Saya seorang kristiani) diajarkan bahwa apabila orang menampar pipi kanan anda, berilah pipi kiri anda. Artinya, bahwa jika seseorang membuat anda sakit hati atau marah, janganlah langsung dimasukkan ke dalam hati. Yang harus anda lakukan adalah mendoakannya. Kenapa harus mendoakannya? sebagai orang awam, itulah pertanyaan saya. Tetapi, setelah dipikirkan kembali, bahwa ada betulnya juga kita harus mendoakan musuh kita. Maksudnya, bukan mendoakan agar ia terkena musibah, namun berdoalah bahwa orang tersebut akan berubah dan bisa memperbaiki kembali hubungan anda dengan orang tersebut.
Di samping itu, anda juga perlu mengintrospeksi diri anda sendiri. Apakah anda pernah memiliki kesalahan kepada orang lain, baik yang disengaja maupun tidak? terkadang, kita tidak menyadari apa yang membuat orang sakit hati kepada kita. Tetapi, jika anda merasa bahwa anda tidak melakukan apapun yang membuat orang sakit hati, cobalah untuk menilik perkataan anda kepada orang lain. Apakah anda pernah berkata kasar, menghina, dan menjelek-jelekkan orang lain? mungkin itulah yang membuat orang sakit hati kepada anda. jika diibaratkan, hal buruk yang anda lakukan hanya seperti ranting pohon yang mudah patah karena orang lain masih bisa memaafkan kesalahan anda. Tetapi, perkataan buruk anda ibarat seperti sebuah pisau yang ditusukkan ke batang pohon. Mungkin orang itu sudah memaafkan anda melalui mulutnya, tetapi tidak di dalam hatinya karena perkataan itu pasti membekas di dalam hati seseorang.
Ya, awalnya saya masih menyimpan perasaan dendam itu meskipun di mulut saya sudah memaafkannya. Tetapi, setelah saya menyesal dengan apa yang saya telah lakukan, saya kemudian benar-benar memaafkan orang itu. Dan kita harus mengingat bahwa tidaklah penting bagaimana keadaan anda saat ini. Yang terpenting adalah langkah yang anda ambil kedepannya, apakah anda akan menyimpan dendam itu sampai anda terpisah jarak maupun dimensi? Pikirkanlah itu bukan untuk hari ini, tetapi untuk masa depan anda dan relasi anda dengan sesama