Senin, 04 Mei 2015

Keyakinan untuk menentukan arah berkuliah

   
uploaded from : www.ican-education.com

Saat ini saya masih terdaftar di SMAN 1 Berau di daerah Berau, Kalimantan Timur. Saya sekarang sudah kelas 3 SMA dan akan lulus bulan ini (Amin). Ketika kita sudah di kelas 3 SMA, pastinya kita akan dihadapkan pada persiapan-persiapan perjuangan akhir kita di SMA, mulai dari try out, US, UN, dsb. Setelah itu, kita dihadapkan pada kenyataan apakah kita akan kuliah, kerja atau k____ (isi sendiri ya hehe). Namun, yang akan saya bahas disini adalah mengenai kelanjutan untuk berkuliah.
   Apakah anda ingin berkuliah ? Pastinya sebagian besar anak kelas 3 SMA akan menjawab "ya". Begitu pula yang terjadi di sekolah saya. Ketika kita akan lanjut kuliah, terkadang orang tua turut ikut campur dalam menentukan prodi (program studi) apa yang akan kita pilih. Sering kali keputusan yang diambil oleh orang tua kita tidak sesuai dengan keputusan kita. alih-alih berkata agar masa depan kita lebih baik, nyatanya beberapa mahasiswa yang tidak tahan dengan prodi "pilihan orang tua" yang diambilnya dan berhenti di tengah jalan. Kalaupun bisa menyelesaikan kuliahnya, ia tidak mampu mengembangkan dirinya. Padahal, bukankah kita yang seharusnya berkuliah? Oleh karena itu, hendaknya kita bisa meyakinkan orang tua kita dengan jaminan bahwa kita akan mempertanggungjawabkan prodi yang kita ambil dan membuktikan bahwa kita bisa sukses dengan jalur yang kita pilih.

Apakah harus berkuliah di PTN yang memiliki akreditasi sangat baik?
   Subjudul di atas menjadi pertanyaan saya ketika saya hendak menentukan PTN mana yang akan saya pilih. Orang tua saya menyuruh saya agar berkuliah di pulau Jawa (karena saya berasal dari Kalimantan) yang notabene memiliki banyak PTN terbaik di Indonesia. Tapi, saya bersikeras untuk berkuliah di Kalimantan saja. Awalnya orang tua saya menolak, tetapi setelah saya memberitahukan suatu hal, orang tua saya langsung mengubah pendiriannya dan mendukung pilihan saya. Apa yang saya katakan? yang saya katakan adalah "Tidaklah penting saya akan berkuliah dimana. Toh kuliah di PTN tertentu tidak menjamin kesuksesan saya. Itu semua tergantung dari skill, kemauan, dan potensi yang saya miliki. Akan percuma jika saya berkuliah di PTN terbaik, tapi saya tidak memiliki skill yang baik. Saya akan kalah dari mereka yang memiliki skill yang baik walaupun mereka tidak berkuliah di PTN terbaik. Saya juga meyakinkan diri saya sendiri bahwa PTN yang saya pilih adalah PTN yang terbaik bagi saya.

Bagaimana jika anda sudah terlanjur memilih prodi pilihan orang tua anda atau prodi yang anda ragukan?
   Janganlah kecewa apabila anda sudah terlanjur memilihnya. Mungkin anda bertanya "Apakah saya mampu untuk mengikuti perkuliahan di prodi tersebut? Saya jawab "Ya, anda mampu". Mungkin anda akan beradaptasi dahulu selama satu atau dua semester, namun jika anda menjalaninya dengan perasaan tidak terbebani, toh anda akan nyaman dengan sendirinya. Lalu, bagaimana caranya agar anda tidak terbebani? Hal tersebut menyangkut masalah psikologis dari perkuliahan yang nantinya akan anda jalani. Tetapi ada beberapa cara agar anda merasa tidak terbebani selama perkuliahan.
   1. Yakinkan diri anda
       Tentunya kita perlu keyakinan di dalam diri. Keyakinan yang kuat dalam diri anda mampu menepis rasa pesimis anda terhadap hal tersebut di atas. Ketika dahulu saya mengalami rasa pesimis, saya hanya mengatakan "Saya bisa, saya bisa, saya bisa". Mungkin itu hanyalah dua kata sederhana yang diulang-ulang. Namun, ketika saya mengucapkan kata-kata tersebut, saya termotivasi untuk maju dan optimis bahwa saya bisa untuk mencapai hal yang tidak mungkin atau hal yang tidak saya sukai. Anda bisa membangun keyakinan dalam diri anda dengan mengikuti apa yang saya lakukan atau dengan cara anda sendiri.
   2. Bangun komitmen anda
       Membangun komitmen sangat diperlukan dalam hal ini. Ibaratnya anda berjanji pada diri anda sendiri bahwa anda bisa menjalaninya walaupun awalnya anda ragu dengan prodi tersebut. Anda tentunya pernah berjanji kepada seseorang. Jika anda menepati janji tersebut, apakah anda senang? Pastinya bukan hanya anda yang senang, orang yang anda berikan janji juga akan senang. Sebaliknya jika anda mengingkarinya, pasti orang yang anda berikan janji akan menganggap anda pengingkar dan anda akan merasa bersalah. Begitu pula halnya apabila anda berjanji pada diri anda sendiri. Mungkin anda bisa membuat catatan mengenai hal yang ingin anda lakukan saat anda berkuliah nanti (walaupun mungkin anda nantinya akan berkuliah di prodi yang anda ragukan). Catatan tersebut harus menyertakan waktu agar anda dapat memenuhinya dengan tepat waktu dan uraikan langkah-langkah apa yang dapat anda lakukan untuk mencapai hal tersebut.
   3. Talk less, do more 
       Mungkin kata-kata tersebut sudah kuno dan seringkali diucapkan orang. Namun, apakah anda pernah melaksanakannya? atau seberapa sering anda melaksanakannya? Jika anda tidak pernah melaksanakannya, anda harus melaksanakannya! Talk less, do more bukan berarti anda harus menjadi orang yang pendiam, tetapi anda harus menunjukkan bahwa anda bisa berjuang dan berprestasi di prodi yang anda ragukan tersebut melalui kualitas kerja dan belajar anda. Bukan hanya sekedar berkoar-koar bahwa anda bisa ini dan itu, tetapi hasil nyatanya nol besar

PTS, why not?
   Mungkin pada bahasan sebelumnya di atas saya hanya membahas tentang PTN. Ya, karena saya ingin sekali masuk PTN. Lantas apakah berkuliah di PTS itu tidak baik menurut anda? tentu saja tidak. Semua PT yang ada di Indonesia sama baiknya. Jika anda belum berkesempatan untuk masuk di PTN, tidak ada salahnya jika anda mencoba di PTS walaupun memang biayanya sedikit lebih mahal (menurut penuturan orang-orang di sekitar saya). toh, nantinya jika anda mempunyai prestasi yang baik di bangku perkuliahan, anda bisa mendapatkan beasiswa. 

   Demikianlah ulasan saya mengenai hal-hal yang biasa dialami oleh calon-calon mahasiswa. Saya mohon maaf apabila ada kata-kata atau opini yang salah. Dan saya harap artikel ini dapat menginspirasi anda. Terima kasih karena telah membaca

Tidak ada komentar:

Posting Komentar